Namaku Diana
Sukma Larasati, aku adalah anak pertama dari pasangan Handayanto dan Suprapti.
Ayahku adalah seorang buruh di wilayah kota Jakarta dan ibuku adalah seorang
guru SD di wilayah kota Purworejo. Aku lahir pada tanggal 6 Januari 1996 pada
pukul 15.00 di rumah sakit Kasih Ibu Purworejo dengan berat 3,2 kg dan panjang
48 cm. Kata Diana Sukma berasal dari film luar negri sedangkan Larasati
karangan dari orang tua aku yang penuh dengan arti. Pada saat aku pulang dari
rumah sakit aku tinggal di rumah nenekku yang berada di daerah pegunungan yaitu
Kecamatan Kaligesing. Kata ibukku saat aku masih kecil aku selalu bangun tengah
malam dan menangis.
Aku baru bisa
berjalan di usiaku yang sudah menginjak hampir 2 tahun, itu juga karena usaha
ibukku yang selalu sabar melatihku untuk berjalan. Masa kecilku aku lalui
dengan sangat bahagia.Beberapa bulan setelah usia ku menginjak 3 tahun
,aku,ayah ,dan ibu pindah ke rumah baru yang ada di desa Ganggeng Rt 03 Rw 02
Purworejo. Pada usia ku yang ke 4 tahun aku mulai bersekolah di TK Kusuma
Ganggeng pada kelas nol kecil. Saat aku
TK ,aku selalu mengikuti lomba menari yang diadakan di sekolah padahal
sebenarnya aku tidak bisa menari dengan pedenya aku mengikuti lomba menari dan hasilnya aku bukan menjadi pemenangnya.
Saat aku masih TK ada seorang guru yang aku sukai walaupun beliau sudah tua
tetapi beliau baik, lembut, penyayang pokoknya beliau adalah guru favorit ku
yang bernama ibu Miskinah.
Saat usiaku yang
menginjak 6 tahun aku melanjutkan sekolahku di SD N 02 Ganggeng yang masih
berada di dekat rumahku. Hari pertama masuk ke kelas 1 disana aku menemukan
teman-temankuyang baru bahkan teman TKku juga berada satu kelas dengan ku. Saat
itu aku punya teman-teman dekat bilang sahabat yaitu Nurul, Rosi, Mia, dan
Endang kami selalu bersama-sama kemanapun kami pergi. Tetapi pada saat kelas 2
sahabatku yang bernama Nurul tidak naik kelas,kami sangat sedih saat sahabat
kami itu tidak naik kelas.
Saat hari
pertama masuk kelas 4, aku mendapatkan teman baru, sebenarnya bukan teman yang
baru kenal tetapi teman lama yang sudahlama tidak bertemu dan baru bertemu lagi
saat kelas 4 ini. Namanya Mariska ,dia adalah tetanggaku yang baru pindah dari
Jambi yang dulu teman masa kecilku. Aku mulai mengenalinya saat aku melihat nama
yang ada dibukunya kebetulan saat itu
aku duduk tepat didepannya. Saat kedatangan Mariska ,aku, Rosi, Mia, dan Endang
menjadi sangat dekat.
Hari-hari indah
yang selalu kami lalui berlima harus berhenti saat kami lulus SD. Setelah lulus
SD aku harus sekolah di kota dan harus terpisah dengan sahabatku. Aku
melanjutkan sekolah ke SMP N 06 Purworejo yang berada di Jalan Kesatrian No 52
Purworejo di kompleks TNI-AD. Di sekolah itu diadakan sistem “random class”
jadi saat naik kelas pasti ada murid yang belum kita kenal karena setiap
kenaikan kelas setiap orang kelasnya berubah. Saat kelas 7 aku dapat kelas 7C,
saat aku kelas 8 aku dapat kelas 8B dan aku kembali sekelas dengan salah satu
teman SDku yang bernama Latif. Karena system “random class” inilah membuatku
memiliki banyak teman dan bukan hanya bergaul dengan beberapa teman saja tetapi
banyak teman. Saat SMP aku mempunyai sahabat yang bernama Okti,
Dilla,Dina,Suci,Rahma,Okta ,Tika,dan Vega.
Setelah
menjalani Ujian Nasional (UN) dan dinyatakan lulus , aku memutuskan untuk
melanjutkan sekolahku di SMA N 05 Purworejo yang berada di Jalan Magelang Km
07. SMA N 05 Purworejo ,sekolah yang memberikan banyak kesan selama menjadi
salah satu keluarga dari sekolah itu, kekeluargaan yang sangat terasabukan
hanya sesama murid tetapi juga antar murid dan guru tercipta rasa kekeluargaan.
Sekolahpun juga sudah kami anggap seperti rumah kami sendiri karena kami sudah
banyak menghabiskan waktu di sekolah karena pada saat itu kami pulang pukul
15.00. Kami yang selalu diberikan banyak tugas oleh guru-guru awalnya sempat
mengeluh , tetapi aku baru tahu mereka memberikan kami banyak tugas karena
ingin membiasakan kami karena saat di perguruan tinggi tugas yang akan
diberikan dosen pun akan sangat banyak.
Sekolahku yang
jauh dari pusat kota, membuat sekolahku jauh dari polusi. Selain itu masih
banyaknya pohon-pohon yang ada di sekolahku membuat sekolahku menjadi lebih
asri, ada beberapa gazebo dibawah pohon tempat murid-muridbersantai pada saat
waktu istirahat , disekolahku memiliki fasilitas seperti 2 aula kecil yang
berada diujung sekolah dan 1 musolla yang berada tidak jauh dari kantor guru.
Pada saat SMA , murid – murid kelas X dan kelas XI diwajibkan untuk mengikuti
ekstrakulikuler pramuka dan salah satu ektrakulikuler lainnya. Aku dan
teman-temanku mengikuti ekstrakulikuler pencak silat.
Sekolah ini juga
memiliki sistem “random class”, saat kelas X aku mendapatkan kelas X5 , di
kelas ini tercipta kekompakan dan kekeluargaan yang sangat erat walaupun kami
berasal dari sekolah yang berbeda-beda tetapi kami sangat dekat sekali .Di
kelas ini pula mempunyai sahabat yang sangat aku anggap saudaraku sendiri yaitu
Sofi, Luky, Ipah, dan Okti. Kami selalu mendapatkan kelas yang sama kecuali
Sofi dan Luky karena dia masuk kelas Bahasa dan kami IPS , walaupun begitu kami
tetap saling berkomunikasi dan sering jalan bersama.
Setelah
menjalani UAS dan UAN yang cukup melelahkan aku harus dihadapkan lagi oleh satu
hal yaitu SBNPTN dimana aku harus berjuang untuk mendapatkan satu kursi PTN yang
aku inginkan. Cita –cita ku sebenarnya ingin menjadi seorang Sikolog di
Universitas Negeri Semarang , tetapi Tuhan berkata lain aku pun tidak lulus
SBNPTN .Setelah itu orang tua ku menyarankan aku untuk sekolah di perguruan
swasta yaitu di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa untuk mengambil jurusan
PGSD. Walaupun cita-cita ku sebagai seorang sikolog tidak bisa terlaksana pada
waktu ini mudah-mudahan Tuhan mengasih jalan lain agar aku bisa menjadi guru SD
yang nantinya bisa membahagiakan orang tua ku ,… amin.
Terimakasih

Post a Comment