BIOGRAFI

Monday, December 2, 2013 12:45 AM Posted by diana sukma

Namaku Diana Sukma Larasati, aku adalah anak pertama dari pasangan Handayanto dan Suprapti. Ayahku adalah seorang buruh di wilayah kota Jakarta dan ibuku adalah seorang guru SD di wilayah kota Purworejo. Aku lahir pada tanggal 6 Januari 1996 pada pukul 15.00 di rumah sakit Kasih Ibu Purworejo dengan berat 3,2 kg dan panjang 48 cm. Kata Diana Sukma berasal dari film luar negri sedangkan Larasati karangan dari orang tua aku yang penuh dengan arti. Pada saat aku pulang dari rumah sakit aku tinggal di rumah nenekku yang berada di daerah pegunungan yaitu Kecamatan Kaligesing. Kata ibukku saat aku masih kecil aku selalu bangun tengah malam dan menangis.
Aku baru bisa berjalan di usiaku yang sudah menginjak hampir 2 tahun, itu juga karena usaha ibukku yang selalu sabar melatihku untuk berjalan. Masa kecilku aku lalui dengan sangat bahagia.Beberapa bulan setelah usia ku menginjak 3 tahun ,aku,ayah ,dan ibu pindah ke rumah baru yang ada di desa Ganggeng Rt 03 Rw 02 Purworejo. Pada usia ku yang ke 4 tahun aku mulai bersekolah di TK Kusuma Ganggeng  pada kelas nol kecil. Saat aku TK ,aku selalu mengikuti lomba menari yang diadakan di sekolah padahal sebenarnya aku tidak bisa menari dengan pedenya aku mengikuti lomba menari  dan hasilnya aku bukan menjadi pemenangnya. Saat aku masih TK ada seorang guru yang aku sukai walaupun beliau sudah tua tetapi beliau baik, lembut, penyayang pokoknya beliau adalah guru favorit ku yang bernama ibu Miskinah.
Saat usiaku yang menginjak 6 tahun aku melanjutkan sekolahku di SD N 02 Ganggeng yang masih berada di dekat rumahku. Hari pertama masuk ke kelas 1 disana aku menemukan teman-temankuyang baru bahkan teman TKku juga berada satu kelas dengan ku. Saat itu aku punya teman-teman dekat bilang sahabat yaitu Nurul, Rosi, Mia, dan Endang kami selalu bersama-sama kemanapun kami pergi. Tetapi pada saat kelas 2 sahabatku yang bernama Nurul tidak naik kelas,kami sangat sedih saat sahabat kami itu tidak naik kelas.
Saat hari pertama masuk kelas 4, aku mendapatkan teman baru, sebenarnya bukan teman yang baru kenal tetapi teman lama yang sudahlama tidak bertemu dan baru bertemu lagi saat kelas 4 ini. Namanya Mariska ,dia adalah tetanggaku yang baru pindah dari Jambi yang dulu teman masa kecilku. Aku mulai mengenalinya saat aku melihat nama yang ada  dibukunya kebetulan saat itu aku duduk tepat didepannya. Saat kedatangan Mariska ,aku, Rosi, Mia, dan Endang menjadi sangat dekat.
Hari-hari indah yang selalu kami lalui berlima harus berhenti saat kami lulus SD. Setelah lulus SD aku harus sekolah di kota dan harus terpisah dengan sahabatku. Aku melanjutkan sekolah ke SMP N 06 Purworejo yang berada di Jalan Kesatrian No 52 Purworejo di kompleks TNI-AD. Di sekolah itu diadakan sistem “random class” jadi saat naik kelas pasti ada murid yang belum kita kenal karena setiap kenaikan kelas setiap orang kelasnya berubah. Saat kelas 7 aku dapat kelas 7C, saat aku kelas 8 aku dapat kelas 8B dan aku kembali sekelas dengan salah satu teman SDku yang bernama Latif. Karena system “random class” inilah membuatku memiliki banyak teman dan bukan hanya bergaul dengan beberapa teman saja tetapi banyak teman. Saat SMP aku mempunyai sahabat yang bernama Okti, Dilla,Dina,Suci,Rahma,Okta ,Tika,dan Vega.
Setelah menjalani Ujian Nasional (UN) dan dinyatakan lulus , aku memutuskan untuk melanjutkan sekolahku di SMA N 05 Purworejo yang berada di Jalan Magelang Km 07. SMA N 05 Purworejo ,sekolah yang memberikan banyak kesan selama menjadi salah satu keluarga dari sekolah itu, kekeluargaan yang sangat terasabukan hanya sesama murid tetapi juga antar murid dan guru tercipta rasa kekeluargaan. Sekolahpun juga sudah kami anggap seperti rumah kami sendiri karena kami sudah banyak menghabiskan waktu di sekolah karena pada saat itu kami pulang pukul 15.00. Kami yang selalu diberikan banyak tugas oleh guru-guru awalnya sempat mengeluh , tetapi aku baru tahu mereka memberikan kami banyak tugas karena ingin membiasakan kami karena saat di perguruan tinggi tugas yang akan diberikan dosen pun akan sangat banyak.
Sekolahku yang jauh dari pusat kota, membuat sekolahku jauh dari polusi. Selain itu masih banyaknya pohon-pohon yang ada di sekolahku membuat sekolahku menjadi lebih asri, ada beberapa gazebo dibawah pohon tempat murid-muridbersantai pada saat waktu istirahat , disekolahku memiliki fasilitas seperti 2 aula kecil yang berada diujung sekolah dan 1 musolla yang berada tidak jauh dari kantor guru. Pada saat SMA , murid – murid kelas X dan kelas XI diwajibkan untuk mengikuti ekstrakulikuler pramuka dan salah satu ektrakulikuler lainnya. Aku dan teman-temanku mengikuti ekstrakulikuler pencak silat.
Sekolah ini juga memiliki sistem “random class”, saat kelas X aku mendapatkan kelas X5 , di kelas ini tercipta kekompakan dan kekeluargaan yang sangat erat walaupun kami berasal dari sekolah yang berbeda-beda tetapi kami sangat dekat sekali .Di kelas ini pula mempunyai sahabat yang sangat aku anggap saudaraku sendiri yaitu Sofi, Luky, Ipah, dan Okti. Kami selalu mendapatkan kelas yang sama kecuali Sofi dan Luky karena dia masuk kelas Bahasa dan kami IPS , walaupun begitu kami tetap saling berkomunikasi dan sering jalan bersama.
Setelah menjalani UAS dan UAN yang cukup melelahkan aku harus dihadapkan lagi oleh satu hal yaitu SBNPTN dimana aku harus berjuang untuk mendapatkan satu kursi PTN yang aku inginkan. Cita –cita ku sebenarnya ingin menjadi seorang Sikolog di Universitas Negeri Semarang , tetapi Tuhan berkata lain aku pun tidak lulus SBNPTN .Setelah itu orang tua ku menyarankan aku untuk sekolah di perguruan swasta yaitu di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa untuk mengambil jurusan PGSD. Walaupun cita-cita ku sebagai seorang sikolog tidak bisa terlaksana pada waktu ini mudah-mudahan Tuhan mengasih jalan lain agar aku bisa menjadi guru SD yang nantinya bisa membahagiakan orang tua ku ,… amin.

Terimakasih 

0 Response to "BIOGRAFI"

Post a Comment